Kamis, 18 September 2014



Pondok Pesantren Al-Qur'an Nurul Huda yang berlokasi di Jl. Kramat No.71, Kelurahan Pagentan, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Pesantren ini merupakan pesantren yang mengkonsentrasikan pendidikannya tentang Al Quran dan pengajian kitab kuning.

Sejarah munculnya pesantren ini diawali oleh datangnya seorang ulama yang hamilul Quran bernama Romo Kiai Abdul Mannan Syukur bin Kiai Abu Syukur ke bumi Singosari pada tahun 13 Maret 1966.9 Kiai Mannan memulai dakwah Islamnya di sebuah langgar Genteng yang sebelumnya tidak terawat. Kiai Mannan berhasil membangkitkan kembali semangat beribadah dan memperdalam ajaran Islam dalam diri masyarakat sekitar dengan cara menyelenggarakan pengajian baca tulis Al Quran untuk anak-anak dan mengajak orang-orang dewasa untuk shalat berjama‟ah dan meramaikan langgar.

Kiai Abdul Mannan Syukur atau yang biasa disapa dengan Romo Kiai Mannan adalah seorang ulama kharismatik yang lahir tanggal 24 April 1925 di Desa Kraden, Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo. Kiai Abdul Mannan adalah putra dari pasangan KH. Abdul Syukur dan Nyai Hj. Mas‟adah. Pasangan suami istri ini mempunyai 7 orang anak dan Kiai Mannan adalah putra keenam. Kiai Mannan dibesarkan di dalam lingkungan keluarga yang religius, Kiai Mannan adalah satu dari 7 bersaudara itu yang hafal Al Quran. 

Jumat, 08 Agustus 2014



Sabrina, seorang perempuan muda yang cantik jelita dan dalam pernikahannya telah dikarunia seorang putri. Dia pun memiliki seorang suami yang menurut penilaiannya baik dan bertanggungjawab.

Sampai suatu ketika, Sabrina menemukan sebuah email di laptop suaminya yang masih menyala, ia membacanya dengan hati-hati. Ternyata email tersebut dikirim oleh seorang perempuan teman sekantor suaminya. Dan apa yang dibaca Sabrina dalam email tersebut sangat mengejutkannya. Ia sama sekali tidak menyangka bahwa perempuan itu adalah ‘wanita lain’ yang dicintai suaminya.

Selasa, 18 Maret 2014



Islam merupakan pedoman hidup manusia menuju pada kehidupan yang sejahtera di dunia dan kebahagiaan di akhirat. Segala aspek kehidupan manusia sudah diatur oleh ajaran Islam, baik lahiriah dan batiniah maupun individual dan sosial kemasyarakatan. Di antara ajaran islam yang mengenai aspek lahiriah dan batiniah, individual dan sosial adalah masalah kebersihan. Ajaran Islam sangat memperhatikan masalah kebersihan, termasuk kebersihan gigi dan mulut. Dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut, Rasulullah menganjurkan umatnya untuk bersiwak.

Kamis, 10 Oktober 2013


Kalimat judul di atas mungkin akan terlihat jelas tingkat ‘stratifikasinya’, karena pada era modern ini banyak suami yang melupakan peran dan jasa-jasa istrinya ketika impiannya satu-persatu telah terwujud. Adakah salah satu impiannya untuk membahagiakan istrinya tidak hanya dalam hal materiil melainkan secara moriil serta batin yakni selalu menyayangi, mencintai, dan memperlakukan wanita dengan sebaik-baiknya meski umur sudah tak lagi remaja?? Hal ini sejalan dengan firman Allah pada surat An-Nisa 4:19

“Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagimu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan perlakukan mereka dengan sebaik-baiknya. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.”